ANALISIS TEORI PERUBAHAN
Seiring
dengan perubahan yang terjadi pada berbagai aspek kehidupan dan untuk menjawab
tantangan lingkungan bisnis yang baru, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk
(Telkom), melakukan transformasi bisnis secara fundamental yang diikuti juga
dengan diperkenalkannya corporate
identity baru untuk menyambut era baru Telkom sebagai satu-satunya
perusahaan T.I.M.E (Telecommunication,
Information, Media dan Edutainment)
di Indonesia. Transformasi kali adalah yang paling besar sepanjang
sejarah Telkom, karena bersifat fundamental, menyeluruh dan terintegrasi yang
menyentuh empat aspek dasar perusahaan yaitu Transformasi Bisnis, Transformasi
Infrastruktur, Transformasi Sistem dan Model Operasi dan Transformasi Human
Resources guna mengantisipasi gaya hidup masa depan.
Kurt Lewin menawarkan tiga langkah untuk melakukan perubahan organisasi, yaitu: Unfreezing, Changing, dan Refreezing.
a. Unfreezing yaitu suatu langkah penyadaran kepada semua pihak dalam organisasi tentang
perluanya perubahan
b. Changing yaitu suatu langkah nyata untuk memperkuat kekuatan pendorong (driving force) dan upaya memperlemah
kekuatan penolak (resistences).
c. Refreezing yaitu suatu langkah penerapan perilaku baru untuk dievaluasi dan jika
memperkuat perubahan, maka perlu diadopsi.
Adapun implementasi teori tersebut pada PT.Telkom adalah
sebagai berikut :
1.
Tahap Unfreezing
Pada tahap unfreezing dimana keadaan orang akan menjadi siap sedia untuk memperoleh atau
mempelajari perilaku baru. Pada perubahan direksi yang terjadi di PT Telkom,
karyawan akan dituntut untuk mempelajari hal baru, aturan yang baru,
target-target yang telah ditetapan pemimpin baru, serta mempelajari sikap
dari pemimpin yang baru dalam mengarahkan bawahannya.
Pada tanggal 11 mei 2012 di lakukan RUPS (Rapat umum pemegang saham)
yang salah satu agendanya adalah melakukan perombakan susunan direksi PT.Telkom
tbk perubahan atau pun perombakan yang di lakukan ini tentunya di berlatar
belakangi oleh menurunnya kinerja dari karyawan Telkom. Dengan direksi yang baru
tentunya akan membawa semangat baru yang mana direktur utamanya dipimpin oleh
Arief Yahya. Berikut adalah sususanan direksi yang baru:
1.
Direktur Utama:
Arief Yahya (CEO),
2.
Direktur
Keuangan: Honesti Basyir
3.
Direktur
Enterprise and Whole Sale: M Awaludin
4.
Direktur Human
Capital and General Affair: Priyantono Rudito
5.
Direktur
Information and Technology: Indra Utoyo
6.
Direktur
Compliance and Risk Management: Ririek Adriansyah
7.
Direktur
Network and Solution: Rizkan Chandra
8.
Direktur
Konsumer: Sukardi Silalahi
Sedangkan jajaran direksi Telkom yang lama:
1.
Direktur Utama:
Rinaldi Firmansyah
2.
Direktur
Keuangan: Sudiro Asno
3.
Direktur
Enterprise and Whole Sale: Arief Yahya
4.
Direktur Human
Capital and General Affair: Faisal Syam
5.
Direktur
Information and Technology: Indra utoyo
6.
Direktur
Compliance and Risk Management: Prasetio
7.
Direktur
Network and Solution: Ermady Dahlan
2.
Tahap Changing
Pada tahap ini terjadi jika
orang mulai melakukan percobaan dengan perilaku baru. Setelah karyawan PT
Telkom melihat, mempelajari sikap pemimpin mereka yang baru, dan
penyegaran mengenai gaya kepemimpinan, mereka menjadi termotivasi untuk
melakukan apa yang ditargetkan pemimpin PT Telkom yakni meningkatkan pelayanan
kepada pelanggan.
3.
Tahap Refreezing
Dalam tahap ini
berarti Perubahan yang terjadi pada PT Telkom membawa kembali organisasi pada
keseimbangan yang baru.
Ø Pendekatan penanganan perubahan
dalam PT Telkom yakni
a.
program
perubahan yang direncanakan.
Melalui RUPS
(Rapat Umum Pemegang Saham) PT Telkom, yang agendanya untuk menggantikan
direksi-direksi yang lama agar diharapkan mampu
b.
Pendekatan
proses perubahan reaktif
Manajemen PT
Telkom bereaksi atas tanda-tanda bahwa perubahan dibutuhkan, yakin menurunnya kinerja karyawan yang berdampak pada menurunnya pelayanan
terhadap pelanggan dan factor persaingan bisnis telekomunikasi yang semakin
ketat dan berubah dengan cepat. Manajemen PT Telkom melaksanaan modifikasi,,
inovasi terhadap Brand image (melalui perubahan logo), tagline baru “The World
in Your Hand” dan budaya baru yakni “Telkom Way”
Ø Dorongan untuk Berubah
a. Dari aspek
internal organisasi
Serikat Karyawan (Sekar) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menuntut,
adanya perombakan direksi Telkom secara menyeluruh melalui Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS) yang akan digelar 11 Mei 2012 . Telkom membutuhkan Direksi
baru. Tentunya dengan harapan orang-orang baru ini dapat membawa perusahaan ke
arah yang lebih baik.
b.
Dari aspek
eksternal organisasi
Dari dimensi teknologi dan pesaing bahwa harus ada inovasi dalam perusahaan
yang menjadikan acuan / semangat baru bagi karyawan untuk meningkatkan
pelayanan terhadap pelanggan. Perubagan logo warna dilakukan dalam upaya
merayakan HUT KE-68 RI dengan Persembahan Mahakarya Merah Putih dan Penampilan
Baru Logo TELKOM. Berikut adalah transpormasi dari perubahan
PT.Telkom.


Demikian analisis mengenai teori
perubahan dari Kurt Lewin terhadap PT. Telkom. Semoga bermanfaat.




